Minahasa SelatanTerkini

KEPO! BERITA FAKTA PEJABAT MINSEL GAGAL DIBANTU, MALAH SERANG PRIBADI PEMRED DAN KELUARGA: INDIKASI KUAT UPAYA TUTUP-TUTUPI KASUS BESAR?!

MINSEL, sulutupdate.com — Drama politik dan media kembali mengguncang Kabupaten Minahasa Selatan! Setelah sebuah media online (Sc) memberitakan dugaan keterlibatan seorang pejabat dalam kasus penyimpangan anggaran, kini muncul serangan balasan yang justru mengarah ke ranah pribadi dan keluarga Pemimpin Redaksi media tersebut.

Langkah ini dinilai publik sebagai taktik pengalihan isu dan upaya menutupi kasus besar yang sedang hangat dibicarakan.

Serangan Personal Disebut Tak Etis dan Menyalahi Kaidah Jurnalistik

Alih-alih menjawab substansi pemberitaan soal dugaan pelanggaran di lingkup pemerintahan Minsel, pihak yang diduga dekat dengan oknum pejabat justru menyoroti usia media yang baru berdiri, sertifikasi kompetensi Pemimpin Redaksi, serta status kepegawaian keluarga inti Pemred yang bekerja sebagai ASN di Asmat, Papua.

Padahal, hal-hal tersebut tidak memiliki relevansi langsung dengan pokok persoalan dugaan penyimpangan yang dilaporkan.

“Menyerang ranah pribadi seseorang hanya karena tidak mampu membantah fakta adalah tindakan yang tidak profesional. Ini sudah keluar jauh dari etika jurnalistik,” ujar salah satu pemerhati media di Sulawesi Utara.

Indikasi Upaya Sistematis untuk Membungkam Media Kritis

Sumber terpercaya menyebutkan bahwa pola serangan semacam ini bukan kali pertama terjadi di Minsel.

“Begitu ada media yang memberitakan dugaan kasus pejabat, langsung muncul media lain yang menyerang pribadi penulis atau pemimpin redaksinya. Polanya mirip, terstruktur, dan tampak jelas ingin mengaburkan pokok kasus,” ujarnya.

apakah ini bentuk pengalihan isu?

Mengapa fokus beritanya malah bergeser dari dugaan penyimpangan menjadi gosip personal dan administrasi media?

Publik Minsel Menuntut Transparansi: “Jawab Kasusnya, Jangan Drama!”

Gelombang reaksi masyarakat bermunculan di berbagai forum media sosial. Warga Minsel mempertanyakan alasan di balik serangan terhadap media yang mengungkap dugaan penyimpangan tersebut.

“Kalau memang pejabatnya bersih, tunjukkan bukti! Jangan malah serang wartawan atau keluarganya,” tulis salah satu netizen di platform lokal.

pejabat yang disorot harus segera memberikan klarifikasi terbuka dan bukti transparan.

“Jangan buang waktu publik dengan drama pribadi. Fokuslah pada fakta, bukan fitnah,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Melawan Tekanan, Menegakkan Fakta

Peristiwa ini menjadi ujian serius bagi dunia jurnalistik di Minahasa Selatan. Ketika media berani mengungkap kebenaran, serangan balik sering kali muncul. Namun publik kini semakin cerdas membedakan mana berita fakta dan mana yang hanya kamuflase.

sulutupdate.com menegaskan bahwa setiap pemberitaan akan tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers, serta terus berpihak pada transparansi dan kepentingan publik.(*)

Related Articles

Back to top button